Usaha Menghianati Hasil ?
2025.12.02

Kita semua pasti sering dengar wejangan sakti ini: "Usaha tidak akan pernah menghianati hasil." Slogannya keren, membangkitkan semangat, dan bikin kita yakin kalau kerja keras pasti lurus berbanding lurus dengan kesuksesan yang kita dapat. Tapi, jujur saja deh, seberapa sering sih janji manis itu benar-benar jadi kenyataan? Coba lihat sekeliling. Banyak banget lho teman, kerabat, bahkan mungkin diri kita sendiri, yang sudah jungkir balik lembur sampai subuh, mengeluarkan modal habis-habisan, tapi hasilnya? Nol besar, atau bahkan minus. Realitasnya, di dunia yang serba tidak pasti ini, sepertinya bukan usaha yang menghianati hasil, tapi justru hasil itu sendiri yang seringkali tega menghianati semua upaya keras kita.

Nah, ini bukan berarti kita harus berhenti berusaha, ya! Intinya adalah, saatnya kita menggugat kembali peribahasa tersebut. Mungkin peribahasa itu perlu di-update. Karena kenyataannya, di samping usaha, ada faktor-faktor hantu lain yang ikut bermain: keberuntungan, timing yang pas, koneksi, kondisi pasar, dan bahkan kadang-kadang, sekadar nasib baik yang datang tanpa diundang. Kita bisa saja punya rencana $A$ sampai $Z$ yang super matang, tapi tiba-tiba ada pandemi, tren berubah drastis, atau saingan baru muncul dengan ide yang lebih segar. Jadi, kalau usahamu sudah maksimal tapi hasilnya zonk, jangan langsung self-blaming. Itu wajar, dan itu bukan berarti kamu pemalas.

Mulai sekarang, yuk kita ubah cara pandang. Anggaplah usaha itu sebagai tiket masuk ke pertandingan. Kamu wajib punya tiket, tapi kemenangan (hasil) di lapangan ditentukan oleh banyak hal, bukan cuma tiketmu. Daripada terus-terusan terbebani mitos "usaha pasti berhasil," lebih baik kita fokus pada proses belajar dari setiap usaha yang gagal. Mari kita bersama-sama mempertanyakan: "Apakah usaha yang sukses itu harus selalu menghasilkan? Atau, justru usaha yang sukses adalah yang mengajarkan kita hal baru untuk next round?"